Comuna de Santiago, yang menyatakan dirinya dalam iklim dan kecemasan ekologi

Majlis bersepakat diluluskan mandat yang dijalankan oleh tetangga di Alam sekitar ketiga Majlis komune:” Ia adalah keutamaan kita menjaga masalah hari ini dan esok, kita mempertahankan wilayah kami, yang kami menjaga dan tidak memusnahkan kami taman, ” kata Walikota Irací Hassler.
Itu Majlis Santiago, bersepakat, disahkan pada hari rabu keputusan untuk mengaku komune di iklim dan ekologi kecemasan. Dengan ini, mandat yang dibuat oleh tetangga dan organisasi dalam rangka ketiga alam sekitar bertema bab, yang adalah bagian dari kota bersama-pengurusan model pemerintahan saat ini, adalah konkrit.

Setelah sesi, Datuk bandar Irací Hassler dialu-alukan Majlis membanggakan keputusan dan disebut segera mengambil tindakan segera terhadap perubahan iklim: “Kami perlu ambil langkah tegas terhadap mengubah Santiago menjadi hijau, mapan dan mesra komune. Ia adalah keutamaan kita menjaga masalah hari ini dan esok, kita mempertahankan wilayah kami, yang kami menjaga dan tidak memusnahkan kami taman-taman.”

Hassler menjelaskan dalam hal ini yang “kami akan bekerja pada Rancangan Tempatan Iklim dan Ekologi Tindakan, dengan yang kita berharap untuk mengurangkan oleh 50 peratus kaum emisi Gas rumah Hijau pada tahun 2030, dan 100 peratus oleh tahun 2050, dengan rujukan untuk tahun 2019”.

Sementara itu, puan anggota dewan Yasna Tapia, presiden Alam sekitar Suruhanjaya majlis dan ecofeminist aktivis, berkata “dalam menghadapi yang belum pernah terjadi sebelumnya alam sekitar krisis, menyatakan diri kita dalam keadaan darurat membayangkan pengukuhan dasar alam sekitar kita komune. Ia adalah penting bahwa kita bisa bergerak ke arah ekologi peralihan yang melibatkan memberi wilayah alat supaya mereka dapat menyesuaikan diri secukupnya untuk dampak perubahan iklim.“

Penyertaan di POLISI 26

Sebaliknya, Majlis Santiago mengesahkan bahawa puan anggota dewan Tapia akan menjadi wakil kerajaan tempatan di 26 negara-Negara Amerika Persidangan atas Perubahan Iklim (POLISI 26), puncak yang akan diadakan di kota Glasgow, Skotlandia, dari 01 12 bulan November tahun ini.

Menurut Tapia, penyertaan bandar dalam hal ini berkaitan karena mereka dipanggil untuk “mengurus akibat dari perubahan iklim dan menyerahkan alat-alat yang berkaitan agar masyarakat yang tangguh dan bisa menyesuaikan diri dalam cara yang paling sesuai. Di samping itu, mempertimbangkan sosial dan iklim keadilan bagi mereka kaum yang lemah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *